Kaprodi Arsitektur UIN Saizu Purwokerto Mengisi Workshop SketchUp, Dorong Transformasi Digital Kaprodi se-Surabaya

author-img En Hato November 27, 2025 No Comments

Kota Surabaya, yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan dan inovasi, baru-baru ini menjadi tuan rumah bagi sebuah acara akademik dan profesional yang sangat signifikan: Workshop Aplikasi SketchUp. Acara ini dihadiri oleh sejumlah besar Kepala Program Studi Arsitektur dan Desain Komunikasi Visual (DKV) dari berbagai universitas di seluruh Surabaya.

Puncak dari kegiatan ini adalah kehadiran dan paparan mendalam dari Ar. Fariz Nizar, S.Ars., M.Ars., IAI. Beliau adalah Kepala Program Studi S1 Arsitektur UIN Prof. K.H Saifuddin Zuhri Purwokerto. Kegiatan ini menunjukkan semangat kolaborasi nasional dalam menghadapi tantangan era desain 4.0. Fariz Nizar tampil sebagai narasumber utama, berbagi visi dan implementasi praktis mengenai cara mengintegrasikan teknologi desain 3D arsitektural menggunakan aplikasi SketchUp, ke dalam kurikulum perguruan tinggi, demi mencetak lulusan yang siap bersaing di pasar global.

Latar Belakang dan Konteks: Urgensi Digitalisasi Desain

Di era digital saat ini, kemampuan visualisasi dan kolaborasi real-time telah menjadi kompetensi wajib, bukan lagi sekadar nilai tambah. Industri Arsitektur, Interior, dan Konstruksi telah bergeser cepat menuju Building Information Modeling (BIM) dan Digital Fabrication. Dalam konteks pendidikan, hal ini menimbulkan tekanan bagi program studi untuk merevisi metode pengajaran yang tradisional dan beralih ke perangkat lunak yang mendukung alur kerja (workflow) modern.

SketchUp, sebagai salah satu software desain 3D yang paling intuitif dan cepat dipelajari, memegang peranan kunci dalam menjembatani gap antara konsep dan implementasi digital. Workshop ini tidak sekadar mengajarkan fitur teknis, tetapi juga membahas strategi implementasi program SketchUp for Education, sebuah inisiatif global yang didesain untuk mempermudah integrasi di lingkungan akademik.

“Tujuan utama kami adalah mengubah cara mengajar dan mendesain. SketchUp menawarkan solusi modern yang menghilangkan hambatan teknis, memungkinkan mahasiswa dan dosen untuk fokus pada esensi desain itu sendiri,” ungkap Fariz Nizar dalam sambutannya, menekankan pentingnya efisiensi dalam proses kreatif.

Fariz Nizar memaparkan studi kasus mengenai bagaimana lisensi pendidikan SketchUp dapat dioptimalkan. Diskusi mendalam mencakup:

  1. Strategi Pengadaan Lisensi: Memastikan ketersediaan software yang legal dan terstandardisasi di seluruh laboratorium dan perangkat dosen.

  2. Integrasi Kurikulum: Menyusun mata kuliah yang tidak hanya mengajarkan SketchUp sebagai tool, tetapi sebagai bagian integral dari metodologi desain, dari sketsa konsep hingga presentasi final.

  3. Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Dosen: Program pelatihan berkelanjutan untuk dosen agar mereka mahir menggunakan fitur-fitur terbaru dan bisa mentransfer pengetahuan tersebut secara efektif kepada mahasiswa.

  4. GeoLocation dan Konteks Riil: Menggunakan fitur ini untuk menempatkan model 3D secara akurat pada lokasi geografis nyata, lengkap dengan data terrain dan bayangan Matahari yang presisi, vital untuk analisis desain berkelanjutan.

  5. PreDesign: Sebuah alat AI/Machine Learning yang membantu desainer mengumpulkan data iklim, angin, dan Matahari di lokasi proyek sebelum mulai menggambar, memungkinkan pengambilan keputusan desain yang didukung data sejak dini.

  6. Point Cloud to Model: Fitur ini memungkinkan konversi data hasil scanning laser (Point Cloud) menjadi model SketchUp 3D yang bersih dan dapat diedit. Ini adalah terobosan besar untuk proyek renovasi dan konservasi bangunan.

  7. AI in SketchUp: Eksplorasi singkat mengenai fitur berbasis kecerdasan buatan yang membantu mempercepat tugas-tugas desain yang repetitif.

  8. Live Model Sharing: Memfasilitasi kolaborasi real-time antar tim atau antara dosen dan mahasiswa, memungkinkan koreksi dan feedback yang instan, efisien, dan mengurangi revisi berulang.

Para Kaprodi dari Surabaya menyambut antusias pemaparan ini, mengingat tantangan serupa yang mereka hadapi dalam standarisasi perangkat lunak dan peningkatan kompetensi dosen. Sesi ini menjadi forum krusial untuk berbagi praktik terbaik (best practices) dalam manajemen program studi desain.

Dampak dan Harapan: Memperkuat Ekosistem Desain Surabaya

Keberhasilan penyelenggaraan workshop ini di Surabaya, dengan partisipasi aktif dari Kaprodi Arsitektur dan DKV di wilayah tersebut, mengirimkan sinyal kuat tentang kesiapan institusi pendidikan tinggi di Jawa Timur untuk menyambut masa depan desain digital. Ini memberikan jaminan bahwa materi yang disampaikan adalah yang terbaru, relevan, dan memiliki dasar yang kuat, baik secara pedagogi maupun teknologi.

Acara ditutup dengan sesi Doorprize yang meriah, di mana sejumlah peserta beruntung mendapatkan Pen Tablet UGEE M808. Doorprize ini bukan sekadar hadiah, melainkan tools pendukung yang esensial untuk digital sketching dan inputdesain modern, semakin mendorong budaya desain digital di kalangan akademisi Surabaya.