Meningkatkan Kompetensi Desain Arsitektur, Mahasiswa Arsitektur UIN Saizu Purwokerto Eksplorasi Referensi Ilmiah di Perpustakaan Daerah Purbalingga untuk Studio Perancangan Arsitektur 3

author-img En Hato November 17, 2025 No Comments

Dalam upaya konkret meningkatkan kualitas dan kedalaman karya akademik, khususnya pada mata kuliah krusial Studio Perancangan Arsitektur 3, sebanyak mahasiswa Semester 3 Program Studi Arsitektur UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto melaksanakan kegiatan eksplorasi referensi ilmiah langsung di Perpustakaan Daerah Kabupaten Purbalingga pada Jumat, 14 November 2025. Dipimpin oleh Dosen Pengampu, Revi Aulia, kegiatan ini bertujuan utama menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa mengenai prinsip, teori, dan studi kasus mutakhir dalam perancangan arsitektur sebagai bekal vital untuk proyek desain mereka.

Studio Perancangan Arsitektur 3 sering dianggap sebagai salah satu titik balik penting dalam kurikulum arsitektur. Pada fase ini, mahasiswa mulai beranjak dari proyek dasar menuju kompleksitas desain yang memerlukan pertimbangan kontekstual, struktural, fungsional, dan estetika yang lebih matang. Dalam konteks perkuliahan arsitektur modern, keterbatasan referensi hanya pada materi kelas dan e-book sering kali menjadi kendala. Ketersediaan buku, jurnal, dan majalah arsitektur fisik yang terbit secara berkala dan diakui secara internasional menjadi kebutuhan mendasar yang tidak tergantikan.

Dosen Pengampu, Revi Aulia, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Perpustakaan Daerah Kabupaten Purbalingga bukan tanpa alasan. “Kami menyadari bahwa referensi fisik, terutama buku-buku yang membahas detail teknis, sejarah arsitektur lokal dan internasional, serta teori kritis desain, memiliki feel dan kedalaman yang berbeda. Perpustakaan daerah, sebagai pusat literasi publik, menyimpan koleksi yang kadang terabaikan namun sangat kaya, termasuk sumber-sumber yang relevan dengan kearifan lokal maupun perkembangan arsitektur kontemporer,” ujar Revi Aulia, menekankan pentingnya literasi arsitektur yang komprehensif.

Kegiatan eksplorasi ini dirancang dalam format studi pustaka terstruktur. Sebelum tiba di lokasi, mahasiswa telah dibekali dengan daftar topik-topik kunci yang relevan dengan proyek Studio 3 mereka, seperti:

  1. Arsitektur Berkelanjutan (Sustainable Architecture): Mencari studi kasus bangunan yang menerapkan prinsip net zero energy atau material ramah lingkungan.

  2. Perancangan Ruang Publik: Fokus pada tata letak, sirkulasi, dan interaksi sosial dalam desain perkotaan.

  3. Tektonika dan Detail Bangunan: Menganalisis buku-buku teknis tentang sambungan, material spesifik, dan detail konstruksi.

  4. Sejarah dan Teori Arsitektur: Mempelajari filosofi di balik gerakan arsitektur modern, post-modern, dan arsitektur vernakular.

Setiap kelompok mahasiswa diberikan tugas spesifik untuk menelusuri minimal lima sumber buku atau jurnal, membuat ringkasan ekstensif, dan mengidentifikasi setidaknya sepuluh istilah arsitektur baru beserta konteks penggunaannya. Proses ini tidak hanya melibatkan pembacaan pasif, tetapi juga analisis kritis terhadap gambar, diagram, dan data teknis yang disajikan.

“Kami mencari buku tentang material lokal yang bisa diterapkan di Banyumas. Contohnya, bagaimana bambu atau kayu jati dapat diolah menjadi elemen struktural yang kuat namun estetis, ini tidak hanya ada di internet,” kata salah satu mahasiswa saat diwawancarai di sela-sela kegiatannya mencari referensi tentang arsitektur.

Dalam dunia arsitektur, profesionalisme sangat ditentukan oleh validitas dan kredibilitas sumber pengetahuan yang digunakan dalam proses desain. Kode etik arsitek menuntut desainer untuk bertanggung jawab secara profesional, teknis, dan etis terhadap karyanya. Hal ini mencakup penggunaan data dan prinsip yang benar dan teruji secara ilmiah. Eksplorasi referensi ilmiah ini menjadi penanaman etos bahwa desain bukanlah sekadar imajinasi artistik, tetapi juga aplikasi ilmu pengetahuan yang didukung oleh penelitian dan studi yang mendalam.

“Desain yang baik adalah desain yang informatif. Kita tidak bisa merancang bangunan tahan gempa tanpa merujuk pada standar SNI dan studi teknis struktur yang kredibel. Membaca literatur ilmiah di perpustakaan adalah langkah awal untuk menjadi arsitek yang bertanggung jawab dan kompeten,” tegas Revi Aulia. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga melatih mahasiswa untuk membedakan antara informasi yang valid (referensi primer) dan informasi yang belum terverifikasi di dunia maya.

Manfaat yang diperoleh mahasiswa dari kegiatan ini bersifat multidimensi:

  1. Peningkatan Wawasan Komprehensif: Mahasiswa terpapar pada spektrum pengetahuan arsitektur yang lebih luas, melampaui kurikulum wajib.

  2. Keterampilan Research: Mereka dilatih untuk mencari, memilah, menganalisis, dan mensintesis informasi dari sumber-sumber pustaka yang kredibel.

  3. Kualitas Proyek Stupa 3: Referensi ilmiah yang kuat akan menghasilkan konsep desain yang lebih orisinal, fungsional, dan memiliki dasar justifikasi yang kuat.

  4. Penguatan Mentalitas Akademik: Kegiatan ini menumbuhkan budaya membaca dan eksplorasi literasi sebagai pondasi karier arsitek profesional.

Kegiatan eksplorasi referensi ilmiah di Perpustakaan Daerah Purbalingga yang melibatkan Mahasiswa Arsitektur Semester 3 UIN Saizu Purwokerto telah menandai komitmen serius dalam mewujudkan lulusan arsitek yang tidak hanya kreatif tetapi juga terliterasi secara akademik dan profesional. Output dari kegiatan ini akan langsung diimplementasikan dalam pengembangan konsep dan detail proyek akhir Studio Perancangan Arsitektur 3.

Diharapkan, sinergi antara kampus dan lembaga literasi publik ini dapat berlanjut, menciptakan ekosistem pendidikan arsitektur yang berbasis riset dan referensi ilmiah yang kuat. Ke depan, Prodi Arsitektur UIN Saizu berencana memperluas jaringan eksplorasi ke arsip-arsip sejarah lokal untuk mendalami arsitektur vernakular Banyumas sebagai bagian dari kekayaan budaya yang harus diintegrasikan dalam desain modern. Mahasiswa Arsitektur UIN Saizu Purwokerto membuktikan bahwa pondasi desain yang kuat harus dibangun di atas tumpukan buku dan pengetahuan yang mendalam.