Suasana berbeda mewarnai pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) mata kuliah Arsitektur Lokal di lingkungan Program Studi Arsitektur UIN Profesor K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober, para mahasiswa menunjukkan kreativitas dan rasa nasionalisme-religius mereka dengan mengenakan busana khas santri saat mengerjakan ujian, Selasa (22/10).
Para mahasiswa tampak antusias, berbaris memasuki ruang ujian dengan balutan sarung, peci, dan baju koko bagi laki-laki, sementara mahasiswi mengenakan busana muslimah yang rapi. Pemandangan ini menciptakan nuansa unik, memadukan tradisi akademik yang serius dengan semangat Hari Santri.

Hakimuddin Attoyibi selaku pengampu Mata Kuliah Arsitektur Lokal saat itu menyatakan bahwa inisiatif ini muncul secara kolektif sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi terhadap peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa, sekaligus upaya melestarikan nilai-nilai budaya pesantren di lingkungan kampus.
“Hari Santri adalah momentum penting. Kami ingin menunjukkan bahwa semangat santri, yang identik dengan kedisiplinan dan kecintaan pada ilmu, juga menyatu dalam proses pembelajaran arsitektur,” ujar beliau. “UTS Arsitektur Lokal ini menjadi wadah yang tepat untuk mengintegrasikan konteks lokal dan nilai-nilai keislaman, termasuk dari tradisi santri, ke dalam pemahaman desain mereka.”

Sepul Bahri, salah satu mahasiswa peserta UTS mengungkapkan kebanggaannya. “Menggunakan sarung saat UTS terasa berbeda. Ini bukan hanya tentang busana, tapi juga membawa ruh kesederhanaan dan ketekunan santri saat kami berjuang menyelesaikan tugas desain. Arsitektur lokal sendiri sangat erat kaitannya dengan nilai-nilai budaya yang salah satunya juga dibentuk oleh tradisi pesantren,” katanya sambil merapikan pecinya.
Aksi ini tidak hanya menjadi hiburan atau seremoni sesaat, melainkan pesan mendalam bahwa identitas keislaman dan budaya lokal dapat diintegrasikan secara harmonis dengan disiplin ilmu modern seperti arsitektur. Mahasiswa Arsitektur UIN Saizu telah berhasil membuktikan bahwa seorang desainer dan calon arsitek juga dapat menjadi penjaga tradisi dan peneladan semangat juang para santri.